Dan Kau Mulai Lelah

Apa kabar  hatimu?

Masihkah kau kecewa? atau kau memilih untuk lebih bersabar dalam membersamaiku? Sudahlah.. aku tahu percis kau lelah..

Maafkan aku, yang masih terus menyalahkanmu atas keadaan kita sekarang, memakimu dengan kata-kata kasar, membuatmu bersedih, aku lihat percis matamu berkaca-kaca melihat tingkahku yang semakin brutal. Kau bimbang bukan?? terus bersabar, atau cukup lelahmu, sebelum menitik air mata lebih deras lagi.

Jujurlah, meski begitu hatiku tenang, aku tak bisa merubah watakku seperti yang kau mau, sedang keadaan ini akan terus berlanjut. Aku akan terus menerus menyalahkanmu. Aku tahu ini tidak baik untuk hubungan kita. Sekali lagi aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku mencintaimu, maka dari itu aku ingin biar aku saja yang pergi dan menghilang. Aku tak ingin lebih lama lagi menyakitimu.

Maafkan aku, yang tak bisa memenuhi janjiku untuk bisa menerima keadaanmu seutuhnya, aku yang masih kekanak-kanakan, marah-marah, dan sifat brutal lainnya. Maafkan aku yang tidak akan pernah bisa menjadi sempurna bak bidadari diluaran sana.

Jika aku boleh memilih, aku ingin menjadi perempuan seutuhnya yang lembut dan penuh kasih sayang. Menyayangimu yang begitu haus, melayani dirimu dengan baik 😥 Bahkan sehari saja aku ingin sekali tidak ada caci maki yang keluar dari mulut ini.

Aku tahu, kau mulai lelah. Istirahatlah sayang, sebentar menepi untuk kembali intropeksi masing-masing dari kita. Aku terima apapun keputusan terbaikmu. Sekali lagi maafkan aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s