Surat dari hati

Assalamu’alaikum Wr Wb.

My dear, apa kabar ?? aku rindu sekali menatap matamu yang waktu itu berbinar-binar, manjamu yang sering kali kamu peluk aku ketika kamu sedih, aku harap kamu juga begitu, merindukan pertemanan kita yang sekarang sudah renggang karena masing-masing dari kita sibuk, aku sibuk bekerja, dan kamu pun sama ditambah kamu juga kuliah dihari libur, sungguh tidak ada waktu lagi kita untuk sekedar bersua, chat pun hanya sekedarnya saja.

Jarak cibinong sampai ke rumah kamu juga bukan main, dan ini juga salah satu alasan mengapa sudah satu tahun ini kamu tidak lagi main kerumah ku, bahkan aku tunggu sampai ied fitri kemarin, ada harapan yang tunasnya layu, karena kamu tidak berkunjung kerumahku, aku sedih sekali tapi tidak apa, mendengar kamu sekarang sudah bisa bangkit dari masa lalu, sudah cukup bagiku.

Kamu ingat ?? dulu kamu pernah menangis sejadi-jadinya, dikamar hanya kita berdua, aku merindukan masa-masa itu, sampai aku tersadar bahwa hanya kamu temanku yang begitu mempercayai aku dan menyayangi aku, sayangnya dulu aku begitu sibuk, sampai tidak lagi sempat mendengarkan apa kesahmu, dan aku memberi ruang untuk orang lain agar bisa memberikan bahunya untukmu.

kamu tau, rasa cemburu itu ada ketika kamu memiliki sahabat baru, aku tau kini kamu sudah memiliki tempat ternyaman untuk bercerita, dan memang benar, sahabat yang sering mendengarkan akan kalah dengan seseorang yang selalu ada, aku sadar itu, dan aku harap kamu tidak akan melupakan aku meski jarak membentang dan meski kamu memiliki sahabat baru.

kamu pernah sakit sampai dirawat, dan bodohnya waktu itu aku terlalu sibuk sampai tak sempat menjengukmu dirumah sakit, aku sadar kamu sedikit kecewa, tapi tahukah ? sampai saat ini jika aku rindu, aku akan tetap melantunkan do’a yang terbaik untukmu, karena cuma cara itu satu-satunya untuk memelukmu dari dekat.

Oh iya, aku cemburu sekali, aku pernah membaca isi blogmu, kamu menulis sedikit tentang kepribadianmu, bagaimana pekerjaanmu dan tentu siapa saja sahabat-sahabatmu, tapi sayangnya, aku tidak termasuk didalamnya, saat itu aku hanya tersenyum simpul, dan sedikit membentuk pelangi terbalik.

bulan ini kamu sudah melengkapi separuh agamamu, kamu tidak mengabariku dan aku sedih sekali, mungkin namaku sudah terhapus dalam daftar orang penting dihidupmu yah ? tak ayal aku begitu merasa tidak penting lagi, aku tahu kamu sudah menikah justru dari orang lain.

Aku cukup senang, karena bagaimanapun juga kamu tetap memintaku untuk hadir diresepsi pernikahanmu nanti, dan aku sudah berjanji untuk datang, semoga tidak ada halangan yang membuat gagal untuk bertemu denganmu lagi, dan sekarang kamu telah menjadi milik orang lain tidak ada lagi waktu kita untuk sesekali main dikamar bareng untuk sekedar curhat atau seru-seruan bareng.

Episode sendirimu telah selesai sahabatku, selamat berjuang untuk terbang menuju jannah-NYA bersama belahan sayap yang sudah kau temukan *speechless

apapun yang terjadi dalam pertemanan kita, semua akan tetap spesial, dan maaf mungkin aku belum bisa menjadi seseorang yang baik dalam hidupmu, dan bagiku kehilangan seseorang sepertimu rasanya lebih sakit dari pada kehilangan pacar.

Love you dear, karena Allah, bukan suatu kebetulan Allah mempertemukan kita, bagaimanapun ukhuwah harus tetap dijaga, I Miss you dear, jika tidak sekarang, semoga disyurga kita bisa berkumpul bersama..

Aamiin ya Allah..

Wassalamualaikum Wr. Wb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s