Terhenti, dan Akan Ku Jemput Kembali

Terhenti, dan Akan Ku Jemput Kembali

Akhir-akhir ini ketimpaan galau, bukan karena yang kebanyakan orang mengalaminya, cinta, bukan, bukan karena itu, tapi karena cita, ya hanya berbeda satu huruf saja, yaitu huruf ‘n’, antara cinta dan cita.. tapi kali ini tulisan ini lebih tertuju pada subject tentang cita, silahkan menyimaknya.

ketika cita tak pernah memihak pada kita, baik soal waktu, maupun materi, pun dukungan kedua orang tua, sebaiknya apa yang kita lakukan ? buat saya ini adalah pilihan yang sulit, ketika saya sudah sedikit menapaki jejak tangga demi tangga kecil cita, dan harus terhenti dipertengahan tangga hanya karena soal-soal yang harus banyak difikirkan, dipertimbangkan dan dikorbankan.

menggapai cita sering kali harus melewati berbagai rintangan, pahitnya perjuangan, pun merasakan sakitnya pengorbanan, tak tanggung-tanggung bukan, sering kali kita merasakan sejuknya tangisan ketika pada mengadu pada Tuhan, belum lagi ketika kita sudah menggenggamnya erat ditangan, ia seolah pergi meninggalkan, semangat tak lagi berkobaran, diujinya kesabaran, tumbuhnya rasa jenuh lagi bosan, yang sebenarnya dapat dikatakan ujian, ini sungguh melelahkan, dan akhirnyaaaa kita lagi-lagi harus menentukan, untuk lanjut atau hentikan semua yang dulu diharapkan, dan itu yang sedang saya rasakan, galau kan ;-(

dan kini aku memilih berdamai dengan keadaan dan menyadari batas kemampuan agar tak jatuh pada tindakan mendzalimi diri sendiri. Ini juga bagian dari kesabaran.

Selamat tinggal masa-masa kuliah indahku, walau cuma satu semester, setidaknya aku pernah menikmati sedikitnya cita, dan manisnya perjuangan yang telah dilewati.

dan sekali lagi, perjuangan tidak terhenti sampai disini, hari ini saya sudahi, esok lusa atau nanti saya akan mendapatkan kesempatan lagi, untuk memulai kembali berjuang, semoga Allah sayang, saya akan menanti masa itu lagi, kelak semuanya akan lebih indah, biarlah untuk saat ini semangat saya kobarkan hanya untuk adik-adik yang masih butuh pendidikan formal, bagaimanapun mereka jauh lebih penting ketimbang cita dan kuliah ini, gumam pada adik, ‘Nak kelak kau akan menjadi orang besar, aku tak minta apa-apa, Ingatlah orang tua kita telah menghabiskan masa hidupnya untuk berkorban demi kita, maka muliakanlah dia, seraya tersenyum kepada adik-adik tercinta.’

Aku akan merindukan masa-masa itu, dan masa-masa bersama kalian teman-teman seperjuanganku, bagaimanapun kalian akan tetap indah, dan akan tetap menjadi yang terindah, memiliki tempat tersendiri dihati ini, sungguh pengalaman yang tak pernah terlupakan, terimakasih kawan πŸ™‚

Akhir kata, mungkin cita terhenti sampai disini, dan aku akan menjemputnya kembali, suatu hari nanti, kala pengorbanan ini telah usai πŸ™‚

Ila Liqo ;_)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s