Apa Yang Kau Cari ???

Apa Yang Kau Cari ???

Sumber : Copas Grup ODOJ 811

Apa yang kau cari ??

– Sudah digunung, pantai kau rindukan…
– Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan…
– Saat kemarau, kau tanya kapan hujan…
– Diberi hujan, kemarau kau tanyakan…
– Sudah tenang dirumah, Ingin pergi..
– Begitu pergi, kau ingin kembali kerumah..
– sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari..
– Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui…

Apa yang sebenarnya yang kau cari ???

– Belum berkeluarga, mencari istri/suami..
– Sudah berkeluarga, ngeluh anak belum diberi..
– Dapat anak, ngeluh lagi kurang rejeki…

Ternyata sesuatu tampak indah karena belum kita miliki, lalu kapankah kebahagiaa akan kita dapatkan ???

– Kalau yang belum ada selalu kita fikirkan..
– Sedang yang sudah diberi Allah kita abaikan..
– Bukankah telah banyak yang kau dapatkan ??

Jadilah pribadi yang selalu bersyukur, karena kesyukuran akan membuatmu subur…
mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi, sedang kau tak bisa menutup telapak tangan sendiri.. tetapi saat selembar daun kecil menempel dimata, maka bumi yang luas seperti tertutup semua..

Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan, seolah-olah yang tak cocok denganmu selalu kejelekan, seluruh bumi seolah tak ada kebaikan, padahal letaknya cuma hatimu yang ketutupan 😉

– Jangan tutup matamu dengan daun kecil..
– Jangan tutup hatimu dengan ketoran secuil..
– Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil..
– Terus istiqomah dengan sunah maka kelak kau berhasil..

– Bila buruk hatimu, buruk pula akhlakmu..
– Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu..
– Syukurilah semua yang ada padamu, dari situ engkau memuliakan dirimu..
– Belajarlah berterimakasih pada Allah Ta’ala sebagai modal untuk memuliakan-Nya karena hidup adalah “Waktu yang dipinjamkan . dan harta adalah Anugerah yang dipercayakan”,

Semoga Bermanfaat..

Iklan

Aku Menyayangimu nak…

Aku Menyayangimu nak...

Adik kecilku yang manis, yang wajahnya berlseung pipi jika mengembangkan bibirnya, membentuk pelangi terbalik, yang mancung hidungnya, yang ikal rambutnya, yang tebal dan hamper menyatu alis matanya, yang hitam kelopak matanya, dan yang matanya berkata benar saat mulutmu berkata bohong.

Adik Kecilku yang ku sayang, engkau sangat pintar mengaji, bahkan kau terlihat lebih unggul disbanding teman-temanmu yang lain, aku sangat bangga padamu, diumurmu yang masih kecil, engkau sudah menapaki sedikit demi sedikit bacaan AL Qur’an dengan baik, yang banyak orang dewasa pun tak mampu membacanya, aku yakin engkau akan tumbuh baik nak, selama engkau masih berpegang teguh akan melakukan kebaikan.

Adik kecilku yang manis, umurmu kira-kira masih 10 tahun ya sayang, tapi mengapa kau tega membohongiku nak.. kau begitu tega membuat beban ini tiada hentinya, seering kali aku harus memutar otak agar terus bisa membahagiakanmu, membelikanmu buku-buku LKS, membelikanmu selimut yang kau idamkan, dan membelikan semua kebutuhanmu sampai pada kaos kaki yang sampai saat ini memang belum kubelikan.

Adik kecilku yang lugu, engkau sangat lugu dan begitu manja, entah apa yang ada dalam fikiranmu sampai engkau berani melakukan itu, dan sungguh sangat terngiang ditelinga ini kala banyak yang mengadu tentang kenakalan dirimu, aku begitu terpukul ketika mendengar banyak tentang kenakalan dirimu, dan aku tidak marah, sesekali aku hanya mengelus dada dan mengomelimu dengan nada yang agak tinggi, itu bukan marah, tapi itu caraku agar engkau lebih mengerti, aku tau itu salah, tapi aku telah kehabisan akal, berbicara dengan baik pun kau mengelak tak mendengarnya.

Adik kecilku yang pintar, aku sangat bangga padamu prestasimu dikelas patut diacungkan jempol, engkau sangat pintar menghafal dan menggambar, engkau juga pintar matematika, serta pintar bercerita, apalagi ketika engkau berhasil mendapatkan juara di semester akhir ini, aku begitu bangga padamu, dan kemudian aku membelikanmu hadiah selimut yang engkau idamkan sejak dulu bukan, itulah bukti sayangku kepadamu.

Tapi, akhir-akhir ini engkau membuatku kecewa nak, engkau melakukan sesuatu yang tak pernah terbesit sekalipun dalam otakku, engkau melakukan sesuatu yang salah, aku sedih dibuatnya dan sampai sekarang pun aku masih memutar otak untuk mengatasi keanehan ini, keanehan pada dirimu, apa engkau merasa tertekan nak? Apa engkau merasa kurang disayangi, atau engkau ingin mendapatkan banyak hal yang kau idamkan sehingga engkau melakukan hal itu.

Dan, ketika tadi pagi aku mencoba untuk menasihatimu dengan sayang, aku ingin sekali menitikkan air mata melihatmu yang lugu dan pintar harus lagi-lagi tengah tertunduk malu karena aku mengetahui kenakalanmu, aku menahannya untuk jatuh karena aku menghargaimu nak, aku tak ingin engkau tambah bersedih dan aku takut engkau akan merasa tertekan, dengan menunduk malu engkau berkata ‘iya’ dan berjanji padaku tidak akan mengulanginya lagi, aku sangat senang kali ini engkau engerti apa yang aku maksud, meski engkau belum berani mengatakan yang sebenarnya padaku nak, aku harap engkau akan selalu ingat semua pesan-pesan baik dariku untukmu, untuk kebahagiaan hidupmu, dan aku harap engkau akan selalu ingat janji kita, tadi pagi kita menyatukan dua kelingking kita yang menandakan kita mengikatkan diri saling berjanji, engkau tidak akan mengulanginya bukan, AKu sangat menyayangimu, dan aku tak ingin engkau terjerumus semakin dalam.

Akhir kata, Aku sungguh menyayangimu, jujurlah padaku apa yang sedang kau rasakan, aku akan mengerti tanpa harus kau pinta nak 

Subhanallah, Inilah Keutamaan Sedekah Air

Subhanallah, Inilah Keutamaan Sedekah Air

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Moch Hisyam

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Suatu saat ada seorang laki-laki berjalan dan di tengah-tengah perjalanan ia mengalami kehausan. Kemudian, ia mendapatkan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya dan minum darinya. Lantas ia keluar dan tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan, lalu orang itu berkata, ‘Anjing ini benar-benar telah kehausan seperti saya tadi juga kehausan.

Ia pun turun ke sumur lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh. Kemudian, ia menggigit sepatunya sehingga ia naik ke atas dan memberi minum anjing itu. Allah pun memuji perbuatan orang itu dan mengampuni dosanya.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kalau kita menolong binatang juga mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa yang segar itu mendatangkan pahala.”

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dikatakan, “Kemudian Allah memuji perbuatan orang itu dan memberi ampunan kepadanya serta memasukkannya ke dalam surga.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim lainnya disebutkan, “Suatu saat ada seekor anjing yang berputar-putar di sekitar sumur yang hampir mati karena kehausan. Kemudian, ada seorang pelacur dari Bani Israil yang melihat anjing itu, lalu ia melepas sepatunya dan mengambilkan air untuk anjing itu, dan ia pun meminumkannya kepada anjing itu. Maka, diampunilah dosa orang itu lantaran perbuatannya itu.” (Bukhari dan Muslim)

Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kisah-kisah di atas. Salah satunya adalah keutamaan memberikan atau bersedekah air kepada yang membutuhkan, baik kepada golongan manusia maupun binatang. Itu karena mengalirkan air kepada yang membutuhkannya, baik terhadap manusia maupun makhluk lainnya, merupakan suatau kewajiban. Perilaku tersebut merupakan amal utama yang bisa mendekatkan seorang manusia kepada Allah SWT.

Selain itu, dalam hidupnya, manusia maupun makhluk lainnya sangat bergantung pada ketersediaan air. Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya. Tanpa adanya air, sulit bagi makhluk hidup, terutama manusia, untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, memberikan air sama dengan memberikan kehidupan bagi orang lain dan menjaga keberlangsungan hidupnya. Oleh karena itulah, memberikan atau bersedekah air merupakan amal utama.

Dalam suatu kesempatan, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud). Oleh karena itu, hendaknya kita berupaya untuk memberi atau bersedekah air kepada orang atau makhluk lain yang membutuhkannya. Sebab, ketika kita melakukan hal ini berarti kita telah melakukan amal utama yang akan mendatangkan pahala, pengampunan dosa, dan jalan meraih surga.

Memberi atau bersedekah air dapat diwujudkan dengan memberikan air minum secara langsung kepada orang yang kehausan ataupun kepada binatang lain yang sedang mengalami kehausan. Selain itu, bersedekah pun dapat diwujudkan dengan membangun sumber air atau mengalirkan air ke tempat-tempat yang sulit atau kekurangan air sehingga masyarakat atau lingkungan sekitarnya merasakan kemudahan mendapatkan air, baik untuk minum maupun untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Wallahu’alam.

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia Itu Sederhana

Pagi itu.. kembali aku melakukan rutinitas seperti biasanya, mempersiapkan diri dan hati untuk bekerja sepenuh hati, bedanya hari ini aku naik angkutan umum, tidak mengendarai motor, aku merasa hari itu merasa malas sekali harus bertempur dengan debu yang menjadi-jadi, dengan pengendara-pengendara mobil yang kejam, sering kali aku dibuntutinya dengan kecepatan tinggi, belum lagi mendengar klakson sang mobil raksasa yang bikin badanku goyah, hatiku gemetar dan rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya ‘Woy, berisik.. kaget dan lain-lain”.

Lain dari sebelumnya, biasanya jikalau aku naik angkutan umum aku selalu memilih naik 08, tapi hari itu aku ingin mencoba naik angkot 32 yang memang jurusannya itu cibinong-pagelaran, ya sangat cocok untuk jalur tempat kerjaku, aku menaikinya beserta siswi-siswi yang hendak menuju sekolahnya, saat itu aku asyik membaca buku sendiri, sebenarnya hal yang ku sukai saat menaiki angkutan umum ketika hendak bekerja itu karena bisa sambil membaca, minum dan lain-lain, mengisi waktu perjalananku yang sekitar 1 jam setengah dengan menimba ilmu sedikit demi sedikit.

Diseling-seling lembaran-lembaran itu ku lewati, sesekali banyak penumpang yang naik turun, kulihat ada seorang akhwat yang perlahan menaiki angkutan umum yang kunaiki, sama persis penampilannya denganku, memakai jilbab, membawa buku, bedanya jilbab yang ia pakai sangat-sangat lebar, kuperhatikan wajahnya sangat keibuan, alis matanya tebal, hidungnya mancung, manis, memikat siapapun yang melihatnya, terutama melihat jilbab lebarnya.

Alihkan kembali pandanganku ke buku yang sedang aku baca, seketika wanita berjilbab itu turun, tepat didepan universitas islam terbaik di bogor ini, sehentak aku ingin menangis dan kehilangan akal, alangkah bahagianya jadi wanita itu, cantik dan manis, sepertinya dia dari orang golongan berada, sedang aku , aku setiap harinya bekerja mencari gaji setiap bulannya, yang kemudian hasilnya ku sebarkan kesana kemari demi menghidupi adik-adikku yang sekolah, menghidupi kendaraan yang aku nekat membelinya dengan cara mencicil selama 3 tahun, menghidupi listrik yang akan padam jika tidak dibayar perbulannya, aku terlihat sama sepertinya, tetapi dia lebih beruntung, ia berhenti tepat disebuah universitas itu, tidak salah lagi ia pasti menimba ilmu disitu, karena sesaat sebelum turun ia mengenakan almetnya yang berwarna hijau tua dan tertera logo universitas disebelah kanannya, sedangkan aku hanya turun disebuah perusahaan yang sedang merangkak untuk berkembang, Allah.. aku sering kali merintih ingin merasakan bebasnya hidup didunia indah mu ini, aku ingin sekali menikmati gaji bulananku sendiri.. aku ingin sekali menikmati menimba ilmu lagi setelah semenjak 2 tahun ini aku lulus dari sekolah menengah atas dan bla..bla.bla..

Tapi kali ini aku harus lebih banyak bersyukur, karena dalam Al Qur’an pun tertulis ‘Jika bersyukur, maka akan AKU tambah”, belum lagi quotes penulis ARR ‘Yg gemar bersyukur, hidup pasti makmur, mujur, teratur. Sementara yg kufur, hidup pasti hancur, lebur, tersungkur.’, aku juga tersadar bahwasanya Hidup kita bahagia bukan hanya saat menggapai yg kita ingin, tapi mensyukuri apa yg sudah kita nikmati.

Dan satu lagi Hidup bukan dengan membanding-bandingkankan diri kita dengan orang lain, tetapi mebandingkan diri kita yang sekarang dengan yang sebelumnya.

Allah Maafkan, karena statusku hanyalah seorang hamba, aku mudah sekali terperosok jatuh ke lubang yang sama, dimana aku mudah sekali berkeluh kesah, lupa berucap syukur, dan aku ingin bebas dari apa yang selama ini menjadi bebanku.

Yaa Allah maafkan aku yang seringkali berfikir bodoh ingin melepaskan beban, Aku tersadar ketika beban dijalankan semuanya akan terasa ringan, tetapi jika dikeluhkan, ia justru semakin besar dan semakin terlihat menyiksakan, tidak mengasyikkan dan parahnya membuat kita seperti kehilangan iman.

Akhir kata, bahagia itu bukan dengan cara ingin seperti menjadi orang lain, tetapi bagaimana kita bisa menjadi diri sendiri, bahagia itu sederhana, jika sampai saat ini status kita hanya seorang pekerja, itu tandanya kita mempunyai pekerjaan, bukan pengangguran, dan lain-lain 😉

Jomblo Sebelum Nikah

Jomblo Sebelum Nikah

Jomblo sebelum nikah? sebagian mengatakan ‘saya siap’ ini mungkin perkataan orang-orang yang memang memiliki komitmen untuk tetap menjomblo sebelum menikah, bagi sebagian orang pun mengatakan ‘aduh miris banget’ nah ini mungkin perkataan bagi orang-orang yang emang masa-masa abgnya dihabiskan buat pacaran, kalo gak pacaran hampa katanya, sepi pula, mau smsan sama siapa, kalo smsan sama cewek terus agak gimana gitu, nah ini nih yang paling utama, kalo gak punya pacar itu bingung kondangan sama siapa? ‘Jlebb’.

Menurut saya, memang sih jomblo agak miris, *hehe, katanya sang jomblo akan kebingungan jika undangan merutug datang, kebingungan karena gak punya pasangan untuk diajak kondangan, hadeh, bener juga sih emang, tapi salah kita sendiri, wong kenapa berteman hanya sama orang yang memiliki pacar, manusia dibumi ini kan banyak sekali, tentu gak semuanya punya pacar, pasti ada dan mungkin banyak yang tidak memiliki pacar. kalo saya lebih suka kondangan sama teman, baik itu teman laki-laki maupun perempuan, Alhamdulillah tidak merasa kebingungan, kebingungan itu hanya selintas perasaan yang harus dilintasi, kalau hanya didiamkan bisa-bisa malah gak kondangan.

Saya juga sering sih beberapa kali tidak menghadiri acara walimahan kawan, tetapi alasan saya memang bukan karena tidak ada pasangan, tetapi karena tidak ada teman :P, karena memang masih ada dalam perjalanan, atau memang karena tidak memiliki waktu banyak, belum lagi yang walimahannya jauh, saya hanya bisa memberikan do’a untuk yang sedang menikah, dan meminta maaf karena tak bisa hadir diacaranya.

kembali ke jomblo, saya pernah ditanya oleh seorang akhwat yang memiliki komitmen tinggi untuk tetap menjomblo sebelum nikah, begini pertanyaannya ‘ada tidak yang berani mengatakan tidak akan pacaran sebelum halal’, saya agak bingung menjawabnya, saya hanya tersenyum kecil dan menjawab ‘bingung jawabnya’.

Iya masih bingung, karena saya hanya hamba Allah yang biasa, saya masih berusaha istiqomah, agar tak lagi mempunyai ikatan tak halal, saya ingin sekali mantap untuk mengatakan IYA pada pertanyaan kawan diatas, saya ingn mantap berkata ‘saya tidak akan pacaran sebelum halal”, dan tentunya saya butuh referensi untuk hal ini.

dan kini, akan hadir buku terbaru Ahmad Rifai Rifan, sang penulis yang selalu mengompori untuk nikah muda :D, judulnya ‘jomblo sebelum nikah’, nah mungkin buku ini akan turut membantu saya untuk memantapkan hati, sayangnya buku ini akan rilis dibulan maret 2014 nanti. saya suka susunan kalimat yang ditulis ARR itu, warnanya menarik, hurufnya besar-besar, dan ringkas-ringkas pula, quotesnya juga bagus, mungkin buku ‘jomblo sebelum nikah’ adalah buku ARR yang kedua yang akan saya baca, sebelumnya saya membaca bukunya yang berjudul ‘Nikah Muda Siapa Takut’, bukunya memberi inspirasi tersendiri buat saya.

Akhir kata, apakah kalian tertarik ingin membacanya? kalau iya, harap sabar sampai maret tiba ya… oh iya sampul depannya warna ungu loh 😉 semakin menarik untuk dibaca, karena depannya saja sudah membuat saya jatuh cinta, apalagi isinya..

Semoga Bermanfaat, Ila Liqo 😉

Segala Sesuatu Tergantung Niatnya

Segala Sesuatu Tergantung Niatnya

Bismillahirrohmanirrohim..

Segala sesuatu itu tergantung niatnya yah ? benarkah ? wah ternyata benar pake banget *hehe, saya akan berbagi pengalaman pribadi saya tentang kebenaran hadits ini.

Pagi itu, hari jum’at tanggal 24 januari 2014, karena saya bergabung dalam grup ODOJ, maka otomatis setiap hari saya membaca satu juz, saat itu jatah saya membaca juz 15, entah apa yang membuat saya menjadi seperti ini, saya sedikit bergumam pagi itu, ‘sekarang hari jum’at yah ? bagusnya sih baca surah Al Kahfi, tapi males ah kepanjangan” sambil berlalu menatap layar monitor.

Dan karena kesibukan ditempat kerja, hari jum’at itu saya hanya sempat membaca 1 lembar, yang kemudian saya niatkan untuk melanjutkannya dirumah bada maghrib, singkat cerita jadilah saya sampai dirumah, melaksanakan sholat maghrib dan bersegera melanjutkan tilawah, dan entah gerangan apa, tiba-tiba saya malah main kerumah nenek (depan rumah), ini agak aneh, biasanya jika sudah maghrib saya akan malas kemana-mana, apalagi harus keluar rumah.

Saat itu niat saya ingin melanjutkan tilawah tetap ada, saya pun meminjam Alqur’an besar pada encing saya, dan kemudian membaca dengan syahdu surat cintaNya, agak aneh, di lembar ke-4 tiba-tiba saya tersadar, wah saya ini salah baca juz, seharusnya saya membaca juz 15, tetapi yang saya baca adalah juz 14, mulai kesal karena fikir saya, waktunya sudah mulai malam, tetapi saya belum kholas juga.

dengan sabar saya memulai kembali tilawah, dan saya sangat yakin juz yang saya baca adalah juz 15, dan kemudian dilembar ke-3 atau ke-4 saya lupa, kembali saya tersadar, ini bukan juz 15, yang saya baca justru malah juz 7, kesal saya agak memuncak, bukan karena marah atau apa, karena saya sangat lelah, waktu sudah menunjukan pukul 07.00, seharusnya saya sudah kholas dan segera lapor ke PJ harian, tetapi saya malah salah baca juz, dan itupun 2x, jika ditotal hitung dari lembaran yang saya baca, seharusnya saya sudah kholas, begitu fikir saya ‘seharusnya saya sudah kholas ni’.

memang di Alqr’an yang saya pinjam ini tidak tercantum dengan jelas juz-juz nya, salah saya tidak mentelaah dengan teliti, sehingga kesalahan pun terjadi, dan akhirnya karena saya kelelahan, saya mengurungkan niat untuk kholas ini, ya saya menunda membacanya dihari sabtu esok, jadi sabtu saya sekaligus membaca dua juz.

saya mencoba berfikir kenapa kejadian ini bisa terjadi, mengingat sudah sebulan ini tilawah saya lancar-lancar saja, dan kemudian betapa kagetnya saya, ketika saya memulai kembali tilawah juz 15 sabtu shubuh, ternyata di juz 15 terdapat surat Al Kahfi, 😦

Saya kembali teringat ucapan saya di jum’at pagi, yang intinya saya tidak ingin membaca surat Al Kahfi, MasyaAllah betapa bodohnya saya berniat seperti itu, Allah mengabulkannya, Allah membuktikan betapa sesuatu itu sesuai dengan niatnya. ya karena saya niat tidak akan membaca surah Al Kahfi jum’at itu, saya menjadi agak aneh, dengan membaca juz yang berbeda dan itu terjadi duakali, sehingga jum’at itu saya tidak tilawah juz 15, dimana ada surah Al Kahfi didalamnya.

Subhanallah, maha suci Allah.. saya kini tersadar memang segala sesuatu itu sesuai dengan niatnya, Jika buruk, maka buruk pula yang didapat, dan jika baik, maka baik pula yang didapat.

Akhir kata, semoga bermanfaat

Dimanakah Hatinya?

Pilu rasanya, melihat berita-berita pelecehan seksual, baik dari tv, radio, internet, media koran, belum lagi di jejaring sosial seperti twitter, facebook, sampai sesekali sesegukan bercucuran air mata, mengapa, karena saya juga seorang perempuan layaknya mereka, saya juga memiliki satu orang adik perempuan, seperti apa rasanya jika kita, atau bahkan keluarga kita mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari laki-laki bejat dan tak bermoral.

Dimana hatinya ? bukankah Allah memberikannya sekeping hati untuk bertindak menggunakan hati, bukankah Allah telah memberikannya akal untuk berfikir dengan maksimal, bukankah Allah menitipkanmu pada seorang ibu yang jua seorang perempuan, Bukankah Allah kelak mentaqdirkannya menua bersama seorang perempuan, Bukankah Allah kelak memberikannya anak-anak perempuan dari hasil pernikahannya dengan perempuan, Bukankah Allah menciptakannya untuk memuliakan ibunya yang juga seorang perempuan, Bukankah Allah sangat jelas dalam surat cintanya menjelaskan bahwasanya seorang ibu, seorang perempuan melahirkannya dengan keadaan yang sepayah-payahnya ?.

Saya sungguh sangat heran dengan cara fikir para pelaku pelecehan seksual itu, saya geram, dan saya muak jika lagi-lagi harus mendengar kasus pelecehan seksual, tidak tanggung-tanggung, balita berumur 3 tahun pun harus sudah merasakan perbuatan tidak senonoh dari lelaki bejat tak bermoral, sungguh miris didunia ini.

Apa mereka tidak memiliki sekeping hati ? kalau iya, mengapa mereka bisa hidup? rasanya saya ingin berantas semua pelaku-pelaku bak keparat itu, tapi apalah daya saya hanya manusia biasa.

Buat para orang tua, mungkin ada beberapa cara yang bisa mencegah terjadinya pelecehan seksual pada buah hati tercinta, misalnya :

1. Protect tempat bermain anak
2. Beri pengertian agar anak pintar mendeteksi terjadinya kejahatan
3. jangan tinggalkan anak dirumah sendirian, apalagi bersifat continue
4. bersikap baik pada tetangga, karena sering kali keributan antar tetangga memicu terjadinya kejahatan seksual pada anak.
5. meminta perlindungan Allah SWT agar selalu dijaga dengan penjagaan yang sebaik-baiknya.

mungkin itu saja yang dapat saya share, ini hanya sekedar pemikiran saya, silahkan cari referensi lain yah.

Akhir kata, semoga bermanfaat 🙂

KISAH PENCULIKAN GADIS SMP DI RIYADH

KISAH PENCULIKAN GADIS SMP DI RIYADH

Ummu ‘Abdillah Bintu Daniel

Kisah ini disampaikan oleh seorang guru Qur`an Doktorah Raawiyah…
Sebelum mengakhiri pelajaran seperti biasa beliau selalu menyelipkan beberapa nasihat,tapi kali ini nasihatnya adalah kisah nyata yang terjadi di Riyadh.
“Yaa Akhwaat apa telah sampai berita kepada kalian tentang penculikan seorang gadis mutawasithah (SMP) sepekan lalu?”
Dan tidak ada satu pun dari kami mengetahui berita tersebut…
“Baiklah yaa Akhwaat, akan ku ceritakan kepada kalian bagaimana itu terjadi…

Siang ba’da Dzuhur si gadis pulang sekolah, karena jarak sekolah dan rumahnya dekat seperti biasa dia memilih jalan kaki. Ternyata kebiasaannya pulang sekolah dengan berjalan kaki ini sudah lama diketahui oleh seorang pemuda. Maka terbersitlah dalam pikirannya untuk menculik gadis tersebut…dan… berhasil!!!
Tak seorang pun yang melihatnya ketika menyekap si gadis dan memasukkannya ke “syanthoh sayyarah”(bagasi mobil) kemudian menguncinya…

Sang pemuda membawa gadis malang itu ke daerah Tsumamah.
Kalian sendiri tau Tsumamah di waktu siang seperti itu?! Ada siapa disana?! Bisa dipastikan hanya orang kesasar ataw tidak punya pekerjaan yang ada disana di waktu siang. Hanya Allah yang tau apa yang hendak diperbuat pemuda tersebut terhadap si gadis.Turunlah si pemuda dengan dengan kunci di tangannya,ingin cepat2 melihat “hasil tangkapannya”. Dengan gembira dimasukkannya kunci dan diputarnya, tapiii… ada apa??? bagasi tidak bisa terbuka??? Dicobanya terus dan teruuus….. Tapi…percuma, adzan ashar sudah berkumandang…
Sang pemuda sudah mulai dihinggapi rasa takut dan “heran” yang sangat…
Bisa-bisa si gadis mati karena tidak menghirup udara,maka dicobanya lagi dan lagi…
Sang pemuda sudah putus harapan, bagasi tetap terkunci rapat. Sementara malam sudah membayangi…
Dengan perasaan takut dan pasrah sang pemuda memacuh mobilnya ke bengkel terdekat, berharap disana ada jalan untuk membuka bagasi mobilnya dan menyelamatkan nyawa si gadis..
.Di bengkel hal yang sama terjadi. Semua cara sudah dilakukan oleh pekerjanya…
Terakhir sang pemuda memanggil polisi dan melaporkan hal tersebut. Sekarang yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana supaya gadis itu bisa diselamatkan…
Oleh polisi diputuskan supaya bagasi dilubangi dengan di las, tapi ajaib…., las pun tidak mampu melubangi bagasi…
Maka semua sepakat memanggil seorang Mutawwa’(Syaikh). Oleh Syaikh bagasi dibacakan ayat-ayat ruqyah kemudian dibuka dengan kunci…
Ajaib…, sekali putar bagasi langsung terbuka…
Dan didapati si gadis dalam keadaan selamat dan tidak terjadi apapun atas dirinya…
Subhanallah… Tercenganglah semua orang dibuatnya…
Maka Syaikh bertanya kepadanya : ‘Wahai bint… ceritakanlah kepada kami apa yang telah engkau lakukan sampai Allah menjagamu dengan penjagaan seperti ini?’ Jawabnya singkat :‘Sesungguhnya aku tidak pernah meninggalkan Dzikir Pagi dan Petang’.“

Subhanallah… Kami takjub dengan kisah ini. Nasehat Doktorah Raawiyah: “Lihatlah yaa Akhwaat… bagaimana dzikrullah menjadi sebab pertolongan Allah yang AJAIB bagi hamba-hambaNya… Maka jangan pernah tinggalkan Dzikir pagi dan petang sesibuk apapun kalian…”.

Semoga kisah ini bisa menjadi cambuk bagi kita untuk senantiasa berusaha mengamalkan dzikir pagi dan petang dan tidak lagi menyia nyiakannya..
Dan hanya kepada Allah lah kita memohon Taufiq dan Hidayah.

*Copas Grup ODOJ 811

Masih Saja Tentang Kuliah…

Masih Saja Tentang Kuliah...

Apa sebaiknya ku buang? melihatnya membuat sedih, merobeknya membautku pilu, buku-buku itu, seolah-olah mengejekku dengan kata ‘payah, engkau sunggu payah, belum habis air matamu kau sudah mundur, belum habis kesabaranmu sudah menghindar, celetuknya dengan nada sinis, hei gadis berjilbab, baru saja engkau memulai perjuangan, engkau turunkan semangatmu yang dulu berkobaran, apa kau lupa akan citamu yang setinggi angkasa, yang setiap hari engkau menggantungnya dengan do’a, menggapainya dengan ikhtiar dan memintanya dengan merayu ?? lain kali jika engkau ambil keputusan untuk mundur selangkah saja, ajaklah aku,’ dan bla..bla..blaa…

belum lagi modul-modul kuliah itu, yang mungkin jika rupanya berbentuk manusia dia seperti menatapku lumat-lumat, mengkerutkan dahi, mendenyitkan alis mata, dan matanyapun terbelalak tanda galak, Aku Muak, mengapa buku-buku itu seperti membenciku, mengertilah, apa kalian tak punya hati ? ah maaf aku lupa, kalian hanya kumpulan lembaran kertas, mana mungkin memiliki hati ? baiklah aku bersabar.

Hei, kamu, mengapa melototiku seperti itu ? bukankah dulu engkau yang selalu berkobaran seperti bendera yang angin menerpanya, tetapi disaat seperti ini mengapa engkau goyah dan perlahan turun, padahal saat itu aku membutuhkanmu, apa karena ini musim hujan sehingga engkau enggan untuk berkobaran ? hei semangat, aku membawamu dalam taat, mengapa engkau pergi begitu saja, engkau seakan tak ingin menemani langkahku lagi, padahal dulu kita berjanji untuk tetap bersama – sama ? ingatkah ? Ah aku lupa, engkau hanya kumpulan kata, mana mungkin kau memiliki otak untuk mengingatnya ? Baiklah.. Aku bersabar.

Kamu lagi, kamu lagi, iya aku tahu kau yang selalu berkedudukan tinggi bukan ? mengapa kini engkau mengatakan bahwa aku bodoh, padahal dahulu aku turut membawamu dalam permasalahan ini, engkau sangat labil, aku menurutimu dan engkau bilang aku bodoh ? dasar otak, engkau memang berkedudukan tinggi, keberadaanmu ada dipaling atas bukan, makanya sering kali kau lupa, engkau lupa bahwasanya masih ada yang lebih tinggi derajatnya, dia yang menciptakanmu, dan engkau tak pernah mengerti, posisimu tinggi, bukan berarti engkau harus tinggi hati bukan ? Baiklah.. Aku bersabar.

Hati, apakah engkau turut membenci apa yang aku pilih ? aku tahu engkau sangat pintar mengolah rasa, dan aku yakin engkaulah yang paling mengerti dalam keputusan ini, maka jadikanlah aku damai dengan keputusanku sendiri, Wahai Sekeping Hati, yakinilah aku ini benar, disaat yang lain mengecamku bahwa ini salah, dan tetaplah berpihak padaku, meski orang-orang itu berpaling, mereka hanya penasaran, sedang engkau perduli, engkau yang selalu bersamaku dikala sendiri merenungi kesalahan-kesalahanku, Wahai Hati, tetaplah bersamaku disini untuk mengerti keadaan ini, Terimakasih..
🙂

Terhenti, dan Akan Ku Jemput Kembali

Terhenti, dan Akan Ku Jemput Kembali

Akhir-akhir ini ketimpaan galau, bukan karena yang kebanyakan orang mengalaminya, cinta, bukan, bukan karena itu, tapi karena cita, ya hanya berbeda satu huruf saja, yaitu huruf ‘n’, antara cinta dan cita.. tapi kali ini tulisan ini lebih tertuju pada subject tentang cita, silahkan menyimaknya.

ketika cita tak pernah memihak pada kita, baik soal waktu, maupun materi, pun dukungan kedua orang tua, sebaiknya apa yang kita lakukan ? buat saya ini adalah pilihan yang sulit, ketika saya sudah sedikit menapaki jejak tangga demi tangga kecil cita, dan harus terhenti dipertengahan tangga hanya karena soal-soal yang harus banyak difikirkan, dipertimbangkan dan dikorbankan.

menggapai cita sering kali harus melewati berbagai rintangan, pahitnya perjuangan, pun merasakan sakitnya pengorbanan, tak tanggung-tanggung bukan, sering kali kita merasakan sejuknya tangisan ketika pada mengadu pada Tuhan, belum lagi ketika kita sudah menggenggamnya erat ditangan, ia seolah pergi meninggalkan, semangat tak lagi berkobaran, diujinya kesabaran, tumbuhnya rasa jenuh lagi bosan, yang sebenarnya dapat dikatakan ujian, ini sungguh melelahkan, dan akhirnyaaaa kita lagi-lagi harus menentukan, untuk lanjut atau hentikan semua yang dulu diharapkan, dan itu yang sedang saya rasakan, galau kan ;-(

dan kini aku memilih berdamai dengan keadaan dan menyadari batas kemampuan agar tak jatuh pada tindakan mendzalimi diri sendiri. Ini juga bagian dari kesabaran.

Selamat tinggal masa-masa kuliah indahku, walau cuma satu semester, setidaknya aku pernah menikmati sedikitnya cita, dan manisnya perjuangan yang telah dilewati.

dan sekali lagi, perjuangan tidak terhenti sampai disini, hari ini saya sudahi, esok lusa atau nanti saya akan mendapatkan kesempatan lagi, untuk memulai kembali berjuang, semoga Allah sayang, saya akan menanti masa itu lagi, kelak semuanya akan lebih indah, biarlah untuk saat ini semangat saya kobarkan hanya untuk adik-adik yang masih butuh pendidikan formal, bagaimanapun mereka jauh lebih penting ketimbang cita dan kuliah ini, gumam pada adik, ‘Nak kelak kau akan menjadi orang besar, aku tak minta apa-apa, Ingatlah orang tua kita telah menghabiskan masa hidupnya untuk berkorban demi kita, maka muliakanlah dia, seraya tersenyum kepada adik-adik tercinta.’

Aku akan merindukan masa-masa itu, dan masa-masa bersama kalian teman-teman seperjuanganku, bagaimanapun kalian akan tetap indah, dan akan tetap menjadi yang terindah, memiliki tempat tersendiri dihati ini, sungguh pengalaman yang tak pernah terlupakan, terimakasih kawan 🙂

Akhir kata, mungkin cita terhenti sampai disini, dan aku akan menjemputnya kembali, suatu hari nanti, kala pengorbanan ini telah usai 🙂

Ila Liqo ;_)