Lamar Aku Segera..

Lamar Aku Segera..

Maaf Aku mengagumimu.. jelasnya pada seorang ikhwan,
jawab ikhwan dengan mantap ‘boleh saja, asal tidak berlebihan’
dan Aku mengagumimu terlalu dalam (dibaca cinta) .. bicaranya pada seorang ikhwan,
jawab ikhwan dengan mantap ‘maaf, aku tidak ingin memberikan kepastian pada seseorang yang belum pasti’
memang yang pasti yang seperti apa ? tanyanya,..
jawab ikhwan dengan mantap ‘yang sudah dilamar’

dilamar ? kata ini pastinya ditunggu tunggu oleh banyak perempuan, karena perempuan dilamar dan laki laki melamar, identiknya proses lamaran ini menunjukan bahwa kita akan menikah, bahagia bukan ? bisa membuktikan bahwa kita mampu menyempurnakan iman. bahagia memang jika seseorang yang kita kagumi tahu tahu datang kerumah bawa keluarganya, udah gitu bawa roti buaya lagi *loh.

nah, yang menyakitkan ini nih, kalo tiba-tiba seseorang yang kita kagumi tahu tahu datang bawa keluarganya kerumah perempuan lain, udah gitu rumahnya disamping rumah kita, atau didepan rumah kita, wah gak kebayang gimana sesaknya *nangis guling-guling, #eh. engga dong. 🙂

Percakapan diatas sebenarnya saya yang mengalami sendiri, agak malu sih, kenapa saya yang harus memulai, mengatakan bahwa ‘aku suka padamu’ sungguh keberanian seorang perempuan mungkin terlihat juga dari sisi ini, heran juga, dulu-dulu saya gak pernah berani mengucap kata ‘aku suka padamu’ atau ‘aku mengagumimu’, rasa kali ini agak membingungkan, takut, galau, bahagia, yakin beracampur aduk jadi satu.

Bukan main main, kali ini saya mengagumi orang yang menyebalkan, pernah dalam suatu acara hafalan surah pendek anak-anak TPA pedalaman, kebetulan saya menjadi PJ nya, yang dimana sayalah yang mencatat serta merekap semua hasil penilaian juri, dan dia menjadi bagian finishing yang membuat piagam untuk diberikan kepada anak-anak tpa pedalaman itu.

menyebalkan memang, seingat saya, saya sudah memberikan hasil rekapan ke dia, tetapi dia bilang belum, putar otak sana sini, ingat sana ingat sini, toh memang saya yakin sudah memberikannya, tetap kekah belum sahutnya, dengan nada menyebalkan dia berkata ’emang belum, mana saya belum terima’. mana bicaranya dalam posisi tiduran, seperti menyepelekan, kemudian dia bangun dan ternyataaaaaaa.. selembar hasil rekapan itu tertindih oleh badannya yang besar itu (dibaca:gembul), dengan rasa tidak bersalah dia hanya berkata ‘oh, ini dia’ sambil berlalu menatap layar laptopnya. menyebalkan bukan?

sempat beberapa kali mangkir, mangkir dari rasa ini, sepertinya saya salah mengagumi dia, dia amat menyebalkan, lagi saya pernah mencoba membuka pembicaraan via bbm, jawabnya itu cuma ‘iya’, ‘tanda jempol (dibaca : sip)’, ‘Insya Allah’, pokoknya singkat padat merayap. -_- , dan saya merasa semakin yakin bahwa saya memang salah dan salah mengagumi orang yang menyebalkan.

waktu demi waktu berlalu, saya kembali merasa bahwa memang ada yang beda ketika saya harus memilih mengaguminya, bukan karena fisik, jujur dia gendut, jutek lagi, tapi pancaran keikhlasannya dalam menuntut ilmu agama itu membuat saya ingin semakin dalam mengenalnya, semakin ingin terus dibimbingnya (dibaca:jadi istri).

Pasrah, rasa yang aneh ini pun semakin melekat dan semakin nekat, *nekat ? iya nekat, buktinya saya berani membuat thread ini, coba kalo dia baca, saya mungkin akan merasa senang, tak perlu repot-repot uji keberanian lagi, toh dia udah tau sendiri melalui tulisan ini.

Sudah, kali ini saya mau terus perbaiki diri dulu, saya gak mau terlalu pusing memikirkan rasa aneh ini, toh kalo terlalu ditunjukkan takutnya dia agak risih, kasihan..
pasrahkan semua pada Allah, Jika dia jodoh saya, dia akan datang menjemput saya dan melamar saya dengan membawa keluarga, mungkin juga membawa roti buaya *hehe.

dan kemudian, sepenggal percakapan diatas menjadi kenangan terindah, saya selalu ingat ketika dia bilang yang pasti itu kalo yang sudah dilamar, dan jikalau yang dilamar itu saya, saya sudah pasti dong.. *yeeeee. #PD.

dan, saya berharap ada sehembus angin menyerpa dan berbicara padanya bahwa ‘ada seseorang yang mengagumi senyummu, dan merasa kehadiranmu sungguh berarti, dia selalu memikirkanmu walaupun dalam diam”

Akhir kata, mas… lamar aku segera… 😀

Journey Of Love

Journey Of Love

Suatu ketika aku berdo’a pada Tuhan..
Wahai Tuhan semesta Alam…
Aku bosan, sungguh bosan..
Aku ingin engkau menghadirkan..
sesuatu yang dapat membahagiakan….
Entah apa itu namanya..
yang kebanyakan orang menyebutnya itu ‘Cinta’

Wahai Tuhan Semesta Alam..
Aku Bosan.. Sungguh Bosan..
Aku ingin engkau memberikan..
sesuatu yang membuat aku merasa nyaman..
yang kebanyakan orang menyebutnya ‘Kasih Sayang’

Kemudian, ketika aku beranjak dewasa..
Aku mulai mengerti dan merasakan..
hadirnya ‘Cinta dan Kasih Sayang’..
Entah itu dari keluarga, teman, sahabat…
Tetapi mengapa aku tetap merasa ada yang kurang… ???

Aku bertanya pada seorang teman…
mereka bilang mungkin aku harus memiliki kekasih hati..
yang mungkin akan lengkap kebahagiaan yang kumiliki..
Apakah iya Tuhan?

Kemudian.. aku memiliki kekasih hati.
terjerumus dalam lubang dosa dan kesesatan..
Aku menjalani hubungan tak halal itu cukup lama..
Aku sadar, seketika aku putuskan untuk mengakhirkannya..
Hubungan tak halal dan tak di ridhoi-Nya…

Tak pernah lelah…
dan sejenak hati ini ku kosongkan..
Tuhan.. kini aku paham..
Aku memang membutuhkan ‘Cinta’ dari kekasih hati..
tetapi dengan yang halal dan yang engkau ridhoi..
yang engkau mempertemukannya dengan cara yang halal..
dan menyatukannya dengan cara yang indah…

Dalam do’a…
Aku memohon pada Mu Tuhan..
Segeralah pertemukan..
Aku tak ingin lagi terjerumus dalam lubang syaitan..

Tuhan.. engkau memang amat sangat baik..
Saat aku mendambakan seseorang..
Saat aku mulai memikirkan tentang jodoh
saat aku bertanya ‘Dimana Jodohku’
saat aku percaya bahwa jodoh adalah rahasia-Mu
Aku bertemu dengan seorang ikhwan..
Dalam suatu acara kebaikan, yakni pengajian..
Dia tampan dan menawan..
tunduk pandangannya seraya merekahkan senyum..
wajahnya terbiaskan ilmu-ilmu agama..
perilakunya sederhana dan teduh aura wajahnya..
Ah.. rasanya aku mengaguminya.
ada rasa yang bergejolak dan tetap bersemayam disini..
iya disini.. yang kebanyakan orang menyebutnya itu hati..
rasanya begitu indah, entah rasa ini apa namanya..
apakah cinta ?

Pertemuan singkat itu begitu indah..
Aku tak bisa melupakannya sedetik saja..
Ah.. fikirku melayang bersama harapan..
sedikit bergumam ‘Andai dia Jodohku’

Tuhan, kembaliku berdo’a..
Jika memang dia Jodohku..
yang aku memintanya dengan merayu..
dan menjemputnya dengan taat kepada-Mu
Baik untuk diriku, agamaku, duniaku dan Akhiratku..
begitupun sebaliknya..
Pertemukanlah aku kembali dengannya dengan cara Mu yang halal… dan persatukan aku dengannya.
dengan caramu yang indah.. yakni Menikah..

Sungguh aku menunggu kata-kata itu..
‘Aku terima nikahnya’..
maka saat itu, kebahagiaanku akan lengkap..
karena…
rasa cinta jua kasih sayang yang kurasakan adalah..
cinta yang halal dan engkau meridhoi..

Aku menunggunya dan menantinya..
mengucapkan kata ‘Aku Terima Nikahnya’..
disampingku.. disisiku..
dihadapan penghulu..

dan Aku menanti seraya tersenyum dan terkhayal,
aku dan dia akan duduk bersama..
memakai pakaian pengantin..
merajuk cinta dan kasih sayang..
yang kekal untuk selama-lamanya..

Ah.. Aku menunggu saat itu tiba..
Bahagia.. datanglah segera….

Dari Kata, Terurai Menjadi Laku..

Dari Kata, Terurai Menjadi Laku..

@Anis Matta said :

Ukuran interigasi cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati. Terkembang dalam kata, terurai dalam laku. Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata. Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon, akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal..

Good History Love..

Good History Love..

Bismillahirrohmanirrohim..

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Apa kabarmu duhai laki-laki yang kian lama kian menjamah seisi relung-relung hatiku…Menghiasi setiap langkah dihidupku… memberi khayal yang kian tak menentu dalam fikirku… dan rasanya aku ingin hidup lebih lama lagi jika engkau yang menemani hidupku…

Duhai laki-laki yang kucinta karena Alloh… taukah kau rasa yang kini sedang kurasa??? Rasa yang kian lama kian menghukumku. Rasa yang semakin lama semakin menelanjangiku… dan kiranya kau tahu, rasa itu sekarang hadir dihadapmu. Dan sungguh, ku hanya terpaku ketika Islam itu datang dan membawa segenap iman yang kian hari kian tertancap dihatiku. Kau telah memasuki hidupku terlebih dahulu dibanding hidayah ini…tapi apalah mau dikata, aku lebih memilih mencintai Alloh. Tanpa harus mengenyahkan engkau dari hadapku rasanya tak mungkin, karena islam yang kupilih lebih mengutamakan cinta yang hakiki…yaitu Alloh dan RosulNya..

Duhai laki-laki yang kucinta karena Alloh…maafkan jika aku harus mengenyahkan kau dari hidupku…dari perjalanan cinta ini…dari apapun kisah yang pernah kita lalui bersama…tiga tahun kita telah bersama, tentunya hanya manis yang kita kecap…serta tawa dan canda yang selalu hadir…kau adalah sesuatu yang indah dalam hidupku.. tanpa harus menghadirkan yang lain…

Duhai laki-laki yang kucinta karena Alloh… aku akan terus meminta pada Nya, untuk mengekalkan cinta ini…cinta yang sudah kita bangun sepenuh hati…

Dan jika kita telah cukup usia, datanglah kembali untuk mengisi relung hatiku yang sejenak ini akan kukosongkan, tanpa harus hadir laki-laki lain dalam hidupku, dan kelak kuharap hanya kau yang dapat mengisinya kembali, tentunya dengan ikatan suci yang lebih halal dari pada ini.

Wassalamu’alaikum,Wr.Wb

Kepadamu, yang kelak hidup bersamaku…

Kepadamu, yang kelak hidup bersamaku...

Bismillahirrohmanirrohim..

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak, terima kasih karena telah memilihku diantara ribuan bidadari diluar sana yang siap untuk kamu pilih, padahal kamu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna, karena ku ingin kamu tahu aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan, maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak, Aku tak sebijak Siti Khadijah, karenanya ku ingin kamu tahu, aku akan saja berbuat salah dan begitu menyedihkan, maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah kepadaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kamulah pemimpinku, tak akan berani aku membangkang kepadamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak.., ingatlah, tak selamanya aku akan cantik dimatamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan hodoh, mungkin karena aku begitu sibuk didapur, untuk menyiapkan makan untuk kamu dan anak-anak kita nanti, maka aku akan tampak kotor dan berbau asap, atau karena seharian aku harus menguruskan istana kecil kita, agar kamu dan anak kita dapat tinggal dengan nyaman dan damai, maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja, ataukah kamu akan menemukanku tersengguk sengguk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tidak sedetikpun tertidur karena harus menjaga anak kecil kita yang sedang sakit, dan aku tahu kamu letih mencari rejeki untuk kami maka tak ingin ku usik sedikitpun lelapmu, jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam dimataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku…

Padamu yang menjadi nahkoda dihidupku kelak, ketahuilah, aku tak sesabar fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis, bukan karena aku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlu tempat untuk menumpahkan beban dihatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku perlukan hanya pelukan dan belaianmu, karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memedamkan segala resahku, ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul penuh kasih sayang si kecil karena lelah dan penatku ditambah rengekannya yang tak habis-habisnya, sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya, maka jangan memarahiku karena telah memarahi buah hati kita, tapi cukup usap kepalaku dan kamu akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada anak kita, dan aku akan merasakan ribuan kali sakit dari cubitan yang kuberikan kepadanya, dan aku berjanji tak akan mengulanginya lagi….

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak, ketahuilah aku tak secerdas aisyah, maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu hebat dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku, jangan segan membangunkanku disepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada kekasih yang maha kasih, jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu, mendulang pahala dan amalann-amalan sunah, bimbing tanganku ke jannah-Nya, agar kamu dan aku tetap bersatu didalamnya….

Padamu yang menjadi kekasih hai dan teman dalam hidupku, seiring berjalannya waktu, kamu akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih, kulitku yang bersih akan mulai keriput, tanganku yang halus akan menjadi kasar, dan kau tak akan menemukanku lagi sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu, bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu, maka jangan pernah berpaling dariku, karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah, dan kian bertambah, yaitu rasa cintaku padamu….

Dan ketahuilah.. tiap harinya, tiam jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu, maka cintailah aku, dengan apa adanya aku, jangan berharap aku menjadi wanita yang sempurna, maafkan aku karena aku bukan puteri, aku hanya wanita biasa, wanita biasa yang selalu mencoba menjadi yang terbaik untukmu….

^_^

Semoga kita terjodohkan..

Semoga kita terjodohkan..

Mengagumimu dari kejauhan..
menetapkanmu sebagai pilihan..
dan kemudian…
Aku berdo’a agar Allah berkenan..
semoga kita terjodohkan… 😉

Sulitnya jadi perempuan..
yang memiliki rasa pada seorang ikhwan..
yang tak mungkin untuk dinyatakan..
dan hanya bisa menerima takdir Tuhan..

Aku tak mempunyai keberanian,
Duhai ikhwan tampan..
mengertilah, Aku ingin engkau yang menyatakan..
entah, apa engkau juga merasakan…

Mengagumimu dari kejauhan..
menetapkanmu sebagai pilihan,
Aku berdo’a tiada bosan..
semoga kita terjodohkan..
semoga kita terjodohkan…
semoga kita terjodohkan…

;-(

One Day One Juz

One Day One Juz

Sekilas di sebut ODOJ, apa itu ODOJ ? minggu lalu saya sempat menemukan kata ini disalah satu FB guru saya, karena penasaran saya mencari makna dari ODOJ tersebut di goggle, hasilnya, ternyata ODOJ adalah ‘One Day One Juz’, program yang dikhususkan agar masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang cinta Al Qur’an.

Saat itu juga saya mendaftarkan diri pada contact person ODOJ yang tercantum di website resminya, namun sayang beberapa hari tak ada sedikitpun konfirmasi, tak menyerah, saya langsung komen status guru di fb saya, dan kemudian diberikan CP yang lain, lalu adik kelas saya sewaktu di SMK dulu juga ikut komen, begini singkatnya, “teteh mau ikut ODOJ? yaudah aku kasih no teteh ke admin grup aku yah”, secepat kilat aku membalas komennya dengan kata “oke, teteh tunggu, nomor whatsappnya teteh inbox yah” (y)

Gelisah, karena sudah dua hari juga tak ada kabar baik dari admin ODOJ, akhirnya saya coba whatsapp adik kelas saya, “de, kok teteh belum dikonfirmasi juga yah ?”, dibalasnya “sabar teh, no teteh udah aku kasih ke admin grup aku, nanti juga di konfirm, mungkin juga lagi dikumpulin datanya teh” *Sabaar…

Fasthobir.. eh Alhamdulillah hari jum’at malam akhirnya nomor whatsapp saya telah tergabung dalam ODOJ 811, disitu tertulis nama adminnya ‘Helmiati Sirajuddin’, anggotanya ada 30 akhwat ditambah admin jadi 31 anggota, awalnya kami saling berkenalan anggota, mulai dari menyebutkan nama, tempat tinggal, status, umur, pekerjaan dan lain-lain. sungguh saat itu saya merasa memiliki kehidupan baru, dimana saya dapat berkumpul dengan orang-orang baru, tak pernah menyangka bahwa saya akan ‘fastabiq khoirot’ dengan orang-orang yang tidak saya kenal, hebatnya diantara anggota grup ODOJ 811 ini rata-rata adalah ibu rumah tangga, yang memiliki banyak anak serta ada yang masih memiliki bayi, ada yang umurnya 42, 32 dan lain-lain, kalau dibilang saya anggota termuda di ODOJ 811 *hehehe, eh ada juga sih yang lebih muda, namanya ‘Ayom’ dia adik kelas saya juga waktu SMK, tidak menyangka akan satu grup dengannya.

Hari Sabtu, saya memulai kehidupan baru, yang biasanya saya hanya mengaji seminggu 2 kali, yaitu hari jum’at dan sabtu, bahkan kadang seminggu sekali, itupun hanya satu surah, (contoh surah Al Waqiah, surah Al Kahfi, Surah Yasiin, Surah Ar Rohman), mulai sabtu ini, tanggal 21 Desember 2013, saya membiasakan membaca Al Qur’an satu Juz perharinya, sempat selintas bertanya pada diri sendiri, *Allah, apa aku sanggup menyelesaikan satu juz perharinya?? mengingat kesibukanku dari pagi hingga maghrib ada diluar rumah (bekerja), hari libur pun dipakai untuk kuliah, saya agak takut tidak istiqomah dalam menjalaninya yaa Allah..

Subhanallah, jawabannya pun langsung ditunjukkan oleh-Nya, setelah saling kenal mengenal dengan sesama anggota, mulailah pembagian tugas tilawah ODOJ 811, saya mendapat jatah juz 13, *Bismillahirrohmanirrohim, pasti bisa.. semangat saya berkobaran, meski ada rasa tak terhenyah dalam fikiran saya karena takut tak memiliki waktu untuk menyelesaikannya, singkat cerita, hati saya tersentuh dengan banyaknya ibu rumah tangga yang pasti lebih banyak pekerjaannya dari pada saya, tetapi mereka mampu menyelesaikan tilawahnya sebelum waktu batas laporan, Subhanallah.. bahkan banyak pula ibu rumah tangga yang mampu tilawah dua sampai tiga juz perhari, Subhanallah.. mereka seorang ibu rumah tangga, memiliki anak dan seorang guru TK mampu menyelesaikan target tilawahnya yang bahkan lebih, sedang Saya hanya Staff kantor yang memiliki banyak waktu santai yang hanya saya gunakan untuk browsing, fb, ngeblog dan lain-lain, setelah mendapatkan jawaban ini, Alhamdulillah saya semakin yakin mampu menyelesaikan tilawah ini.

24 Desember 2013, sudah tiga hari saya ikut program ODOJ ini, Alhamdlillah saya mampu menyelesaikan tilawah saya dengan baik, bahkan hari ini saya telah selesai tilawah selepas zuhur, Subhanallah.. saya semakin rindu ingin terus membaca Al Qur’an, rasanya haus dan terus haus, entah siapa yang pertama kali berfikiran untuk membuat program ini, program ini sungguh membuat saya yang sebelumnya berat membaca Al Qur’an berlembar-lembar menjadi pribadi yang selalu rindu ingin terus membaca Al qur’an. *Alhamdulillah..

Hikmah yang dapat saya ambil, sesibuk apapun kita, jika memang kita niatkan untuk kebaikan, in Sya Allah akan ada jalan, seperti yang diucapkan oleh mba ‘Helmiati Sirajuddin’ yang menyemangati saya untuk terus istiqomah dalam tilawah, Alhamdulillah mba.. saya merasakannya, walau baru tiga hari, saya sudah merasakan nikmatnya, mudahnya jalan yang Allah berikan untuk saya, dan hausnya pun saya rasakan melalui rindu untuk terus membaca nya.

ini cerita pengalaman saya tentang mengikuti program ODOJ, harapan saya kalian juga bisa ikut program ini, silahkan cari referensi dari google maupun kawan, harapan saya semoga semua grup ODOJ Ikhwan maupun Akhwat tetap istiqomah mengikuti dengan baik program ini, agar terbangunnya insan yang cinta Al Qur’an, pedoman hidup manusia. Aamiin

Subhanallah.. ODOJ ur amazing program..

Akhir kata, semoga bermanfaat 😉
illaliqo… ^_^

SENSITIF, HARUSKAH ?

Tepatnya tanggal 23 Desember 2013, lagi perasaan menjengkelkan itu muncul ditempat yang tidak seharusnya, dan dikeluarkan pada orang yang tidak seharusnya dan sepatutnya disensitifkan.

Lelah.. tapi haruskah ? katanya seorang perempuan itu memang sensitif, tapi justru saya sering kali merasa lelah dengan hadirnya sifat tersebut, sampai terkadang penyesalan itu datang selepas menunjukan sikap sensitif itu, *maksudnya sensitif kayak gimana nih”, Gini nih..

Dalam suatu pekerjaan pasti ada salah-salahnya kan, sering kali dan sering kali saya merasa berada posisi yang selalu disalahkan, apa-apa saya yang harus dibenarkan sikapnya, apa memang saya yang salah ataukah memang mereka yang dengan mudahnya melemparkan suatu kesalahan pada orang-orang bawah seperti saya ? perasaan saya sangat sensitif, jika ada yang membicarakan kesalahan saya lalu menasehatinya, terkadang saya marah dan geram, saya merasa kinerja saya sudah maksimal, sudah sesuai SOP, tetapi mengapa malah berbanding terbalik dengan apa yang saya dapatkan. selalu jika ada kesalahan entah itu administrasi maupun pengiriman, saya yang selalu harus dibenarkan kinerjanya, salah..salah..salah..

 

Ah.. entah apa mereka memang benar dan ingin membuat saya semakin pintar hingga menjadi orang yang benar, selama ini saya menikmati proses tersebut, tapi setahun lebih 3 bulan tepatnya saya mulai bosan dan saya pun berani mengeluarkan kata kata yang menunjukan bahwa saya sangat lelah dipersalahkan, saya amat sangat sensitif, saya mudah menangis dan saya typical orang yang tidak disuka dikucilkan, Ah.. kau memang payah wilah.. jadilah orang yang hebat ditempatmu yang sekarang.

jika sering kali perasaan itu muncul, saya pun bermuhasabah dengan duduk diatas sajadah, maupun dengan cara yang lain,.. Ah.. mungkin mereka sayang padamu, agar kamu menjadi lebih pintar, Ah. mungkin memang kau yang salah wilah, Ah. mungkin memang SOP mu yang salah dalam mengerjakan pekerjaan ini, dan lain – lain.

Setelahnya penyesalan pun datang, seharusnya sebagai perempuan saya harus pintar menjaga sikap dan pintar menahan emosi, lagi, sering kali emosi saya memicu pertengkaran dengan rekan kerja lainnya, tanpa sadar ketika saya merasa sensitif dengan perlakuan mereka terhadap saya, saya sering mengeluarkan kata sinis dan sensi pada mereka, mungkin membuat mereka sakit hati atau apalah yang lainnya, 

Setelahnya, saya akan meminta maaf pada orang tersebut, menjalin lagi ukhuwah, sebagaimana muslimah yang baik, saya akan terus memperbaiki diri, tetapi saya juga memiliki emosi yang sering kali menampakkan diri, seorang muslimah bukan berarti tak boleh marah, dan muslimah yang sholehah bukan berarti tak bisa marah.

Akhir kata, kepada seluruh rekan kerja, teman kuliah maupun yang lain, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada perkataan yang salah dan menyakitkan, perlakuan kalian pun sudah saya maafkan meski sering kali mengiris hati saya, Ukhuwah itu indah bukan ? maka jika sering kali ukhuwah terpecah, baiknya kita bermuhasabah agar ukhuwah itu kembali merekah.

Sejenak muhasabah saya, saya hanya hamba-Nya yang dhoif, pemarah dan lain-lain, Maafkan saya kawan.. 🙂 sejujurnya saya sangat menyayangi kalian semua, 🙂

Alhamdulillah…. 😉

Belajar dari anak kecil..

Hari ini kita belajar yuk dari seorang anak kecil. Cerita ini saya dapatkan dari seorang kawan di Pengajian dulu. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran darinya.
 
Suatu ketika seorang murid di sebuah SD bertanya pada gurunya.
Dia bertanya dengan sangat polos. “Wahai guru, bisakah seorang manusia terbebas dari sebuah kesalahan selama umur hidupnya???”
 
 
Si guru itupun menjawab dengan penuh kelembutan. “Tidak mungkin anakku, karena sejatinya setiap manusia dilahirkan pasti akan melakukan kesalahan.” 
 
Mendengar jawaban gurunya itu, si murid kembali bertanya: Bagaimana jika setahun guru??? Bisakah manusia terlepas dari kesalahan dalam setahun ???” 
 
Si guru menjawab: “Tidak mungkin juga anakku.” Ternyata si anak ini semakin penasaran. 
 
Ia kembali melontarkan pertanyaan kepada gurunya: “Bagaimana jika dalam sebulan guru???.” 
 
Si guru pun tersenyum seraya berkata: “Tidak mungkin juga anakku seorang manusia dalam sebulan bisa terlepas dari kesalahan.” 
 
Anak ini kembali bertanya: “Klo sehari guru??? 

 

Kali ini si guru mulai ragu-ragu, dia pun menjawab: “Rasa-rasanya tidak mungkin juga anakku.” 
 
Si anak tidak mau kalah, dia kembali melontarkan pertanyaan kepada gurunya: “Klo sejam bisa kan guru, seorang manusia terlepas dari sebuah kesalahan???” 
 
Akhirnya si guru pun menyerah. Dia menjawab: “Jika hanya sejam, manusia mungkin saja bisa mencegah dirinya dari sebuah kesalahan.”
 
Anak itupun tersenyum puas mendengar jawaban gurunya tersebut. Tidak lama si anak itu pun berdo’a yang tidak secara sengaja didengar oleh gurunya. Do’a yang menurut saya luar biasa. Dia berdo’a: “Ya Allah, bantu hamba dalam menjaga SETIAP JAM dari hidup hamba untuk tidak melakukan sebuah kesalahan pun!!!”
 
Yah…Ternyata tugas kita hanya menjaga setiap jam dari hidup kita dari kesalahan. Sangat sulit bagi kita untuk menjaga seumur hidup kita untuk tidak melakukan kesalahan. Ketika jam demi jam kita terjaga, maka otomatis kita bisa menjaga hari-hari kita. Begitu seterusnya…
 
“Yaa Allah Yaa Hafizh…Engkau yang memiliki waktu. Bantu kami dalam menjaga setiap jam dari hidup kami agar tidak melakukan hal-hal yang Engkau tidak ridhai!!!!”

 Allohu ‘Alam Bi Showab

Kata-kata yang slalu menginspirasi ingin mencoba keliling dunia..

“Jika klian msh muda, punya banyak waktu luang, tidak memiliki terlalu banyak keterbatasan, maka berkelilinglah melihat dunia.
Bawa 1 ransel dpundak. Berpindah2 dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa lain, dari satu lembah ke lembah lain, pantai, gunung, hutan, padang rumput, dsb. Mnyatu dgn kebiasaan setempat, naik turun angkutan umum, menumpang atw menginap dirumah2, selasar mesjid, penginapan murah meriah, nongkrong dipasar, ngobrol dengan banyak orang, menikmati setiap detik proses tsb. 
Maka, semoga pemahaman yang lebih bernilai akan datang dibandingkan kalian hanya melewati pendidikan formal. Dan jelas, bapak kita tidak bisa menceritakan lebih banyak soal Dataran Tibet sana dibandingkan kita melihatnya sndiri.”